Pemeliharaan Intensif Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Terus Berlanjut
Kegiatan produksi benih sumber padi spesifik lokasi terus dioptimalkan melalui pemeliharaan intensif di berbagai lahan perbenihan. Selama sepekan, tim melaksanakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), aplikasi pupuk dan zat pengatur tumbuh (ZPT), roguing, perbaikan tanaman yang rebah akibat hujan dan angin, serta monitoring bersama petani kooperator.
Pengendalian OPT dilakukan pada beberapa varietas, di antaranya Inpara 11 Siam Hizinc, Inpari 32, Inpari 50 Marem, Logawa, dan Inpago 13 Fortiz, melalui penyemprotan fungisida, insektisida, pupuk cair, dan ZPT sesuai kebutuhan tanaman. Sementara itu, tanaman yang roboh pada varietas Rindang 1, Inpari 34 Salin, dan Inpari 34 Agritan langsung diperbaiki agar pertumbuhan dan hasil panen tetap optimal.
Sebagai upaya menjaga kemurnian benih, roguing juga dilaksanakan pada varietas Inpari 42 Agritan dan Cakrabuana menjelang panen, serta dilakukan pemeriksaan lapangan oleh petugas UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH Provinsi Riau. Hasil monitoring di akhir pekan menunjukkan sebagian besar pertanaman berada dalam kondisi baik, dengan gangguan OPT yang terkendali dan tidak ditemukan penambahan tanaman rebah pada sebagian besar lokasi.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam menghasilkan benih sumber padi spesifik lokasi yang bermutu, murni, dan siap mendukung peningkatan produktivitas padi di Provinsi Riau.